Hemat Limbah Plastik, Wujudkan Harmoni MEA

Oleh : Amin Suryanto (Mahasiswa S2 Ilmu Kimia UNDIP dan Anggota Puskornas Forsi HIMMPAS Indonesia 2016)


Masyarakat ekonomi asean ini menjadi pola adaptasi yang luar biasa, mulai dari segi bahasa yang digunakan hingga karakter kerja keras, disiplin, dan professional bekerja. Sudah seharusnya masyarakat Indonesia mulai bersinergi dengan beberapa pola tersebut untuk mewujudkan keharmonisan dalam bermasyarakat.

Berbicara tentang lingkungan, saat ini masyarakat kita sedang dalam masa uji coba plastik berbayar untuk mengurangi jumlah sampah palstik.  Himbauan ini telah disosialisasikan melalui surat edaran KLHK kepada Kepala Daerah melalui surat nomor S.1230/PSLB3-PS/2016 tertanggal 17 Februari 2016 tentang “Harga dan Mekanisme Penerapan Kantong Plastik Berbayar”. Kesepakatan tersebut diperoleh usai Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggelar pertemuan dengan Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), dan Aprindo. Karena kita ketahui sampah plastik yang beredar sangat banyak, yaitu 10 kg perkapita pertahun yang digunakan  oleh masyarakat Indonesia.

Kenapa sampah plastik harus dikurangi?

Karena sifat sampah plastik yang dalam bahasa ilmiahnya disebut sebagai polimer, banyak dikenal sebagai material sintetik atau bahan kimia yang memiliki karekteristik yang khas. Sampah  Plastik susah terurai dalam lingkungan dan butuh waktu 10 tahun agar bisa terurai, sehingga akan menimbulkan permasalahan tersendiri dalam pengolahan sampah atau penampung sampah yang ada di sekitar.

Forsihimpas Indonesia menghimbau kepada masyarakat  untuk  membatasi pemakaian kantong plastik dan mengggunakan tas belanja. Dengan melakukan hal tersebut, maka sudah merupakan wujud peduli lingkungan dalam menghadapai MEA.

Berbagi Informasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *