Peran Cendekiawan Muslim dalam Perbaikan Pendidikan di Indonesia

Bangsa Indonesia telah berusia lebih dari 70 tahun, di usia yang sudah cukup matang sebagai suatu negara tentunya tolak ukur kemajuannya bergantung dari beberapa aspek seperti kemajuan teknologi, kestabilan keuangan, kedaulatan atas kemerdekaan dll. Salah satu aspek penting dalam perkembangan suatu negara adalah aspek pendidikan. Pendidikan memiliki peranan sangat krusial dalam perjalanan suatu negara dengan mendasari semua elemen yang dibutuhkan negara untuk terus berdaulat secara utuh sebagai suatu bangsa dalam menjalakan roda pemerintahan. Pendidikan merupakan akselerator perkembangan peradaban dengan menciptakan cendekiawan melalui sistem pendidikan yang selalu berkembang. Namun perkembangan dunia pendidikan diharapkan tidak hanya menciptkan kaum terpelajar dengan keahlian dibidangnya, namun juga memiliki pribadi dan moral yang luhur.

Dibutuhkan kesinergisan antara pendidikan ilmu pengetahuan dan pendidikan spiritual, sehingga tidak hanya memiliki kecerdasaan namun juga memiliki budi pekerti yang baik. Institut Teknologi Bandung memiliki kolaborasi yang kuat dengan Masjid Salman ITB dalam upaya mencetak insan yang paripurna. ITB memiliki peran utama dalam pengembangan intelektual mahasiswa. Namun intelektual saja tidak cukup, dibutuhkan kecerdasan emosional dan spiritual dan peran itu dapat dioptimalkan oleh Masjid Salman ITB. Hal ini terintegrasi dalam matakuliah Pendidikan Agama Islam yang harus diambil oleh mahasiswa ITB di tahun ke-2 dan berbagai program kerohanian lainya.

Salah satu bentuk nyata Masjid Salman dan ITB dalam meningkatkan pendidikan di Indonesia adalah dengan cara memperbaiki manajemen guru, siswa, dan sistem pendididkan. Peran inilah yang diimplementasikan Salman melalui berabagai program kerja berbasis islami dengan meningkatkan kesejahteraan guru, memberikan beasiswa pada siswa berprestasi, hingga peran Masjid Salman ITB untuk mencoba merubah paradigma yang selama ini tertanam di masyarakat dengan mempekerjakan anak-anaknya secepat mungkin dapat mengatasi masalah ekonomi dengan paradigma baru bahwa pendidikan adalah kunci kesuksesan lewat program Rumah Inkubasi Sayang Anak (RISKA).

Berbagai masalah terkait bangsa Indonesia hari ini bermuara pada sistem pendidikan kita. Dimana sistem pendidikan dituntut untuk menghasilkan sumberdaya manusia yang cerdas serta diimbangi dengan kecerdasan spriritual sebagai kontrol terhadap moral dan mental bangsa. Keseimbangan ini dapat terwujud dengan adanya peran serta masjid yang tidak hanya sebagai media ibadah namun juga sebagai pusat pendidikan berbasis spiritual yang terintegrasi dengan baik dengan pendidikan berbasis ilmu pengetahunan.

Keterangan : Tulisan ini diinspirasi dari hasil kunjungan dan diskusi KAMIL Pascasarjana ITBĀ mengenai Peran Cendekiawan Muslim dalam Perbaikan Pendidikan di Indonesia bersama Bapak Iyan Nurdin, STĀ selaku Direktur Pelaksana Masjid Salman ITB

Berbagi Informasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *