Peran Pendidikan Nasional dalam Pemberdayaan Masyarkat

Pendidikan Indonesia saat ini mengalami perkembangan yang signifikan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dapat dirasakan dengan masuknya teknologi dalam dunia pendidikan semakin mempermudah dalam proses belajar mengajar. Selain itu dari segi infrastruktur dan fasilitas yang diberikan oleh lembaga penyedia pendidikan juga telah mengalami pembenahan dalam berbagai bagian berkaitan kondisi kelas, laboratorium, instalasi internet, perpustakaan dan sebagainya sehingga dengan peningkatan itu diharapkan akan meningkatkan mutu pendidikan semakin lebih baik lagi.

Namun demikian harapan tersebut belum terlaksana secara maksimal, hal itu dapat dilihat bersama dari proses pembelajaran yang dilaksanakan masih banyak siswa atau mahasiswa yang belum memiliki kepercayaan diri kuat dalam mengerjakan soal sehingga beberapa dari mereka ada yang berbuat kecurangan. Beberapa penyebab yang terjadi salah satunya ialah lemahnya peran orang tua dan lembaga pendidikan dalam memberikan pendidikan karakter bagi mereka. Pendidikan karakter yang kuat ialah melalui lingkungan keluarga karena mereka sering berinteraksi dan pola komunikasi akan terbentuk melalui interaksi dalam keluarga. Oleh karena itu dalam pendidikan sekarang ini keluarga menjadi pentig dalam pembentukan jati diri seorang anak, dan keluarga ini lingkup kecil dari suatu masyarakat.

Indonesia saat ini masuk dalam Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang mana segala aspek bidang mulai dari industri, profesi bahkan pendidikan akan terkena dampak kebijakan tersebut. Menurut Purwanto (2016) secara umum perguruan tinggi baik dalam akademik dan vokasi harus siap menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Dengan demikian menurut beliau penelitian sekarang ini ialah untuk pemberdayaan kepada masyarakat secara berkelanjutan berkaitan masalah-masalah yang terjadi dalam kehidupan mereka. Seringkali masyarakat dan perguruan tinggi sering jalan sendiri-sendiri, belum ada singkronisasi yang nyata diantarar keduanya. Hal yang menjadi pertanyaan besar “Apakah kampus membantu masyarakat ? atau masyarakat hanya sebagai tempat penelitian saja” (Purwanto, 2016). Oleh karena itu saat ini seluruh akademisi dan masyarakat harus saling bantu membantu satu sama lain. Dan tidak hanya sekedar wacana yang seringkali ditampilkan namun yang dibutuhkan saat  ini adalah aksi nyata dan kerja nyata dalam membangun masyarakat dan untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dengan lebih siap lagi khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia.


Keterangan: Diskusi Kipas UNDIP bersama Prof. Puwanto (Direktur Pascasarjana Universitas Diponegoro Semarang).

Berbagi Informasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *