Urgensi Menuntut Ilmu

Dikisahkan dari Kitab Mawaidz Al ‘Ushfuriyah karya Syekh Muhammad bin Abu Bakar al-Ushfuriy dalam Hikayat Hadits Keempat.

Pada suatu ketika, para pendengki berkumpul dan bersepakat untuk menguji tingkat keilmuan sahabat ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu. Mereka datang dengan pertanyaan yang sama dan mengharapkan jawaban ‘berkualitas’ yang berbeda sebagai bukti kecerdasan dari menantu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam itu.

Orang pertama datang kepada ‘Ali dan bertanya “Manakah lebih utama, ilmu atau harta? Apakah alasannya?” ‘Ali menjawab “Ilmu lebih utama daripada harta. Ilmu adalah warisan para nabi, sedangkan harta warisan Fir’aun dan Qarun”

Kemudian datanglah orang kedua hingga kesepuluh dan ‘Ali sanggup menjawab pertanyaan tersebut dengan alasan yang berbeda-beda.

Ketika datang orang kedua ‘Ali menjawab “Ilmu lebih utama daripada harta. Ilmu yang akan menjagamu, sedangkan harta dirimulah yang harus menjaganya.”

Pada orang ketiga ‘Ali menjawab “Ilmu lebih utama daripada harta. Orang berilmu memiliki banyak sahabat, sedangkan orang berharta mempunyai banyak musuh.”

Pada orang keempat ‘Ali menjawab “Ilmu lebih utama daripada harta. Jika kamu menggunakan harta maka ia akan berkurang, tapi jika memanfaatkan ilmu niscaya ilmu itu akan bertambah.”

Pada orang kelima ‘Ali menjawab “Ilmu lebih utama daripada harta. Pemilik harta dipanggil dengan cacian dan julukan pelit, sedangkan orang berilmu dipanggil dengan keagungan dan kemuliaan.”

Pada orang keenam ‘Ali menjawab “Ilmu lebih utama daripada harta. Harta harus dijaga dari kejahatan tangan pencuri, sedangkan ilmu tidak.”

Pada orang ketujuh ‘Ali menjawab “Ilmu lebih utama daripada harta. Pemilik harta akan dihisab pada hari kiamat, sedangkan orang berilmu akan dapat memberikan syafa’at (pertolongan).”

Pada orang kedelapan ‘Ali menjawab “Ilmu lebih utama daripada harta. Harta akan habis seiring dengan berjalannya waktu, sedangkan ilmu tidak.”

Pada orang kesembilan ‘Ali menjawab “Ilmu lebih utama daripada harta. Harta akan menyebabkan keras hati pemiliknya, sedangkan ilmu menerangi hati pemiliknya.”

Dan tibalah orang kesepuluh ‘Ali menjawab “Ilmu lebih utama daripada harta. Orang yang berharta akan dipanggil dengan julukan ‘pemilik harta’, sedangkan orang berilmu dengan ahli ibadah.” Kemudian ‘Ali berkata “Andaikata mereka terus bertanya kepadaku tentang hal ini, selama masih hidup tentu aku akan menjawabnya dengan jawaban yang berbeda.” (Adistiar/BPP)


Download Kitab Mawaidz al-Ushfuriyyah

Berbagi Informasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *