Memaknai Peristiwa Isra’ Mi’raj

Ringkasan Kajian Rutin Kamis Sore (Kantin Kamso)  Himpunan Mahasiswa Muslim Pascasarjana (Himmpas) UGM

Yogyakarta, 21 April 2017.

Pemateri Ustadz Ahmad Alwanto, S. H. I.


Ada 3 peristiwa penting dalam dakwah nabi (shallallahu ‘alaihi wa sallam), antara lain :

  1. Diutusnya nabi dengan turunnya wahyu
  2. Peristiwa Isra’ Mi’raj
  3. Peristiwa hijrahnya nabi.

Salah satu peristiwa penting tersebut terjadi di bulan Rajab dan termasuk dalam peristiwa mulia di bulan Rajab, yaitu peristiwa Isra’ Mi’raj.

Pada saat sebelum Isra’ Mi’raj, kondisi kaum muslimin mengalami ketidakberdayaan, mengalami pemboikotan, dan kelemahan-kelemahan yang lain. Hingga pada suatu malam, Rasulullah diperintahkan untuk melakukan perjalanan agung dengan menggunakan Buraq ke Palestina. Pendeskripsian Buraq kurang lebih bentuknya tidak seperti kuda, tidak pula seperti keledai, tetapi diantara keduanya, memiliki sayap, saat orang memandang sekejap langsung Buraq itu sampai ke tujuannya. Sangat cepat sekali, melebihi kecepatan cahaya. Selanjutnya Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wa sallam),  dibawa naik ke Sidratul Muntaha dengan kecepatan 100 juta tahun.

Saat Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wa sallam) menceritakan kepada Abu Jahal, ia tidak percaya. Hal tersebut dianggap mustahil, karena kendaraan tercepat saat itu adalah kuda. Maka dari itu, ia membawa banyak orang untuk mendengarkan pula. Sebagian besar orang yang ikut mendengarkan cerita tersebut tidak percaya. Tetapi Abu Bakar mempercayainya, bahkan apapun yang dikatakan oleh Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wa sallam), ia akan mempercayainya,.  Karena sesungguhnya orang yang beriman adalah orang-orang yang percaya pada hal-hal ghaib.

“(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang kami berikan kepada mereka. ”  (Q.S. Al Baqarah : 3)

Selepas peristiwa agung tersebut, banyak yang mengatakan bahwa Muhammad (shallallahu ‘alaihi wa sallam) gila. Namun dengan tekad yang kuat Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wa sallam), tetap menceritakan kisah tentang peristiwa yang Beliau alami saat Isra’ Mi’raj. Lambat laun kemudian banyak orang yang mempercayainya. Semakin tersebarnya berita itu maka akhirnya banyak yang mempercayai. Peristiwa Isra’ Mi’raj merupakan salah satu  mukjizat Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wa sallam). Peristiwa ini tidak bisa dijelaskan secara nalar dan logika ilmu manusia. Hal ini karena ilmu yang dimiliki manusia itu sangat terbatas, oleh karena itu manusia tidak boleh sombong dengan ilmu yang dia punya.

Setelah Isra’ Mi’raj, Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wa sallam) mengalami tahun kesedihan, karena

Kehilangan orang yang ia cintai, yaitu istri beliau (Kadhijah al Kubra radhiyallahu’anha). Kadhijah memiliki keistimewaan, diantaranya :

  1. Beliau adalah orang yang mengimani dakwah Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wa sallam). Beliu juga merupakan wanita dewasa yang pertama kali mengimani dakwah Islam.
  2. Setia mendampingi Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wa sallam) di dalam setiap perjuangan.
  3. Hartanya banyak digunakan untuk dakwah (padahal jika hartanya dikumpulkan melebihi harta 10 orang kaya di Makkah).
  4. Sabar saat kedua putrinya mengalami perceraian karena alasan kebencian suami putrinya kepada kabar kenabian Rasulullah. (Zainab diceraikan Abil ‘Ash bin Rabi’, namun kemudian akhirnya Abil Ash memeluk Islam. Ruqayyah yang diceraikan ‘Utbah bin Abu Lahab. Ruqayyah kemudian dinikahi oleh Utsman bin Affan Radhiyallahu’anhu)
  5. Memanfaatkan relasi yang dia punya untuk melindungi Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wa sallam) dalam dakwah.
  6. Rela meninggalkan harta duniawi demi dakwah.
  7. Ketika Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wa sallam) mendapatkan wahyu, hal pertama yang dia lakukan adalah memberikan semangat dan motivasi.

Selain kehilangan Khadijah (radhiyallahu’anha), Beliau (shallallahu ‘alaihi wa sallam) juga kehilangan seorang yang menjadi pelindung sosialnya, yaitu sang Paman, Abu Thalib.


Nilai-nilai penting yang terkandung dalam peristiwa Isra’ Mi’raj adalah:

  1. Akhlak Islam (akhlak yang berujung pada kebaikan). Seorang muslim, meskipun disakiti hendaknya tetap memberi kebaikan kepada yang menyakiti.  Doa yang tidak ada hijab antara dirinya dengan Allah yaitu: (a) Orang tua yang mendoakan anaknya. (b)  Musafir (c) Orang yang didzolimi orang lain, Allah akan mengabulkan doanya. Karena pada saat didzolimi, kita mempunyai kesempatan untuk meminta kepada Allah dengan mendoakan kebaikan bagi mereka. Sesungguhnya kemaksiatan itu berpengaruh juga kepada diri kita dan berpengaruh pula pada terkabul dan tidaknya doa kita.
  2. Pedoman Aqidah Islamiyah. Iman itu tidak harus menggunakan logika. Jika sudah mengimani, Allah akan datangkan hikmah di sana.
  3. Iktibar atas ujian, bahwa setiap manusia akan diuji oleh Allah. Prinsipnya adalah kesabaran dalam setiap ujian.

“Dan Kami pasti akan menguji kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar. “ (Q.S. Al Baqarah:155)

  1. Momentum perubahan dalam perjalanan dakwah menuju negara madani. Dalam kondisi lemah, Allah berikan kekuatan kaum muslimin. Saat kondisi lemah dialami kaum muslimin di Mekkah, Allah perintahkan untuk hijrah ke Madinah, membangun basis kekuatan mendirikan negara yang kemudian lebih populer dikenal dengan negara madani.
  2. Meningkatkan kedekatan dengan Allah.

Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (Q.S. Ath Thalaq: 2-3)

  1. Tentang kewajiban shalat. Dalam keseharian, seolah shalat itu kebutuhan Allah, padahal shalat itu adalah kebutuhan setiap muslim. Shalat adalah amalan pembeda antara muslim dan kafir dan merupakan amalan pertama yang dihisab. Ketahuilah ada amalan yang baik disitu, karena sebaik-baik amal adalah Shalat. Ketika dia bersujud Allah naikkan derajatnya dan hapuskan dosanya.  Maka Shalat itu termasuk amalan yang utama. Shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar (Q.S. Al Ankabut: 45). Perbuatan keji salah satunya prasangka manusia (Q.S. Al Hujurat : 12)

Hal terpenting bagi setiap mukmin adalah meyakini Isra’ Mi’raj sebagai salah satu mukjizat Rasulullah. Saat naik ke langit, Rasulullah ditunjukkan tentang syurga dan neraka dan segala sesuatu yang terjadi di dalamnya. Saat Isra’ Mi’raj, ruh dan jasad Rasulullah menjadi satu, artinya Rasulullah dalam keadaan terjaga. Perjalanan Isra Mi’raj Rasulullah bukanlah mimpi, igauan, halunisasim bahkan khayalan. Semua peristiwa itu benar-benar terjadi dan dialami Rasulullah. Oleh karena itu, wajib bagi kita mengimani dan melaksanakan segala yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya. Wallahu a’lam bish-shawwab.


Notulensi: Febriani Astuti (Peppy) Staff PPSDM Himmpas UGM

Berbagi Informasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *