Wanita adalah Kunci Peradaban Dunia

BANDUNG – Wanita sebagai madrasah pertama bagi keluarganya haruslah memiliki kemampuan dan kemauan dalam usaha untuk memperbaiki diri. Sebenarnya tidak hanya wanita, lelaki pun juga perlu memiliki hal ini. Akan tetapi, wanita mampu menjadi jembatan antar generasi. Berangkat dari peran wanita tersebut, Departemen An-Nisa Kamil Pascasarjana ITB 2017 pada tanggal 21 April 2017, mengadakan Cakrawala (Bicara Perkara Wanita Shalihah) yang ke-2 dengan tema “Wanita Kunci Peradaban Dunia”. Kajian dimulai pada pukul 16.00 WIB. Pematerinya yaitu Sasa Esa Agustiana atau yang akrab disapa Teh Sasa. Beliau merupakan pemiliki Al-Hikmah Preschool Bandung, penyiar MGT Radio 101,01 FM Bandung, penulis di Khasanah Intelektual serta masih banyak pengalaman hebat beliau lainnya. Adapun Cakrawala merupakan kajian dalam bentuk bincang-bincang khusus perempuan yang rutin diadakan satu kali dalam sebulan oleh departemen terbaru Kamil Pascasarjana ITB 2017, Departemen An-Nisa. Cakrawala pertama telah diadakan pada bulan lalu, tepatnya pada tangal 17 Maret 2017 dengan tema “Half a Deen: Motivasi dan Bekal”.

Kajian ini dihari lebih kurang 34 peserta dari berbagai kalangan maupun kampus yang ada di Kota Bandung, seperti UPI dan Unpad. Tidak hanya mahasiswa, juga terlihat beberapa peserta yang telah berkeluarga dan masyarakat umum yang menghadiri kajian kali ini. Teh Sasa menjelaskan bahwa wanita jangan hanya terpaku di tempat. Wanita juga berhak untuk berpetualang, keliling dunia menemukan sesuatu yang lebih dari apa yang mereka dapatkan saat ini. Terutama dalam mencari ilmu. Dalam kajiannya Teh Sasa juga menyelipkan cerita-cerita wanita teladan pada masa kenabian, seperti Aisyah, Khadijah dan lainnya. Peserta terlihat sangat antusias karena kajian dengan tema ini memang diperlukan bagi seorang wanita untuk saat ini dan masa yang akan datang.

“Alhamdulillah acara tadi berjalan lancar. Buat tim Annisa tetap semangat dan bersiaplah untuk selalu mendapat kejutan-kejutan manis dari Allah.” ungkap Wahidah, Ketua Departemen An-Nisa.  Kajian ditutup dengan pemberian kenang-kenangan kepada Teh Sasa dan dilanjutkan dengan foto bersama.

 

Berbagi Informasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *