Ulurkan Kepedulian untuk Rohingya

Siaran Pers Puskornas Forsi Himmpas No. 03.B.04.09.17

Akhir Agustus 2017 eskalasi konflik di Rakhine State Myanmar memanas. Kondisi ini menjadikan isu Rohingya yang masih menggantung di persimpangan dunia internasional kembali menyeruak. Serangan militer Myanmar ke pemukiman sipil etnik Rohingya pada Kamis (31/08/2017) kurang lebih telah menewaskan 400 orang warga sipil (Amnesty International; 03/09/2017). Kasus serupa terjadi pada 2016 lalu, ketika militer Myanmar melakukan serangan brutal ke Rakhine pada 14 November 2016 dan menangkap pemuda Rohingya tanpa alasan yang jelas. Hanya sebatas kekhawatiran tanpa bukti tentang dugaan disintegrasi. BBC (2016) melaporkan bahwa sekitar sepuluh ribu etnik Rohingya tinggal di kamp-kamp pengungsian sejak konflik horizontal dengan pemeluk agama mayoritas setempat pada 2012. Beberapa diantaranya tinggal di perbatasan Bangladesh, sedangkan yang lain mencoba mencari peruntungan dengan berlayar ke negeri-negeri jauh, termasuk ke Aceh, Indonesia. Berdasarkan akar sejarah dan permulaan konflik, ditemukan fakta bahwa terjadi diskriminasi pada etnik Rohingya di Myanmar selama puluhan tahun. Hal ini tentu bertentangan dengan prinsip pokok kemanusiaan.
“Whereas disregard and contempt for human rights have resulted in barbarous acts which have outraged the conscience of mankind, and the advent of a world in which human beings shall enjoy freedom of speech and belief and freedom from fear and want has been proclaimed as the highest aspiration of the common people.”
 
(preambule of The Universal Declaration of Human Rights)
Namun demikian, penyikapan terhadap isu ini perlu dilakukan secara arif dan bijaksana; jauh dari ujaran kebencian dan sikap anarkis-emosional baik secara verbal bahkan tindakan; agar dapat ditemukan long-term solution. Sensitivitas terhadap isu ini hendaknya menjadi perhatian bersama seluruh masyarakat dunia, khususnya oleh umat Islam sebagai wujud dari al-ukhuwwah al-islamiyah. Rasulullah bersabda “Wa-llahu fii ‘auny abdi maa kaana-l ‘abdu fii ‘auny akhihi” (Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya – HR Muslim: 2699).Berdasarkan kondisi tersebut di atas Pusat Koordinasi Nasional Forum Silaturahmi Himpunan Mahasiswa Muslim Pascasarjana Indonesia (Forsi Himmpas Indonesia), menyatakan:

  1. Mengapresiasi dan mendukung Pemerintah Indonesia untuk terus melakukan tindakan positif dalam merespon isu kemanusian terhadap etnik Rohingya serta berkontribusi aktif dalam upaya penyelesaian konflik.
  2. Mengajak seluruh warga Indonesia untuk bersikap arif dalam menyikapi isu Rohingnya dan tidak terpancing untuk terlibat dalam menyebarkan informasi negatif dan diskusi yang kontraproduktif, khususnya di sosial media.
  3. Mengajak seluruh warga Indonesia, khususnya umat Islam untuk terus memberikan dukungan secara spiritual, moral maupun, amal kemanusiaan kepada saudara-saudara etnik Rohingya

Forsi Himmpas Indonesia membuka kesempatan untuk seluruh warga Indonesia berdonasi melalui jejaring Himmpas di kampus pascasarjana seluruh Indonesia. Diantaranya dapat melakukan transfer melalui rekening.

Bank Muamalat 1020015271 a.n Andi Asdiana Irmasari atau BNI 0453610421 a.n Kana Puspita (tambahkan 500 rupiah setiap nominal donasi, misal Rp 600.500)

Bila yang tersisa di Rohingya hanyalah kepedulian kita, maka ulurkan walau sekadar picisan. Hasbuna-llah wani’ma-l wakil, ni’ma-l maula wa ni’ma-n nashir.
Bogor, 13 Dzulhijjah 1437 H (04/09/2017)
Arief Mulyawan, S.Pi
(Ketua Forsi Himmpas)

Kontak » Nia 081221468530

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

photo courtesy: merdeka.com

Berbagi Informasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *